Sabtu, 02 Oktober 2010

Me and My Memory 9 " Hancur Itu Tak Selalu Buruk "

            Begitu lamanya kupendam, mungkin sudah beberapa bulan lamanya. Rasa cinta tanpa usaha yang sering kudengungkan hampir disetiap part cerita ini. Entah mengapa awalnya aku beranggapan bahwa mengungkapkan cinta kepada seseorang itu lebih hina daripada orang lain yang mengungkapkan cinta kepada kita. Sampai akhirnya anggapan itu sirna karena kutemukan sedikit pencerahan melalui sebuah kalimat "Katakanlah atau kau akan sakit selamanya". Oleh karena itu kucoba untuk meyakinkan diriku sendiri untuk mengatakannya langsung pada Shella.
            13 Desember 2009, tepat dimalam ulang tahun salah satu stasiun televisi swasta di Indonesia. Kuberanikan diri untuk melepaskan semua gundah dihati, walaupun kutahu pada akhirnya nanti aku tak akan pernah mendapatkannya. Karena ketakutanku bertatap muka langsung dengannya kuyakinkan diriku untuk mengatakannya lewat telpon. hatiku berdegup kencang, kencang sekali seperti guntur di tengah malam....wkwkwk. 
             Tuttt....Tuttt...Tuttt...suara telpon yang mencoba menghiburku lalu dengan sigap terdengar suara dari surga berkata "Assalamualaikum". Akupun terdiam sesaat sampai ia berkata "Hallo..???". Lalu akupun menjawab seadanya "Hallo, ike Wonka" (ike berarti ini, bahasa indralaya). "Ohhh...ngapo?" katanya. Tak banyak yang bisa kukatakan jadi kuputuskan untuk mengatakan langsung kepadanya " Begini.... ehmmmm ... sebenarnya kabar yang digembar-gemborkan teman sekelas selama ini itu memang benar adanya. Tersimpan sebuah rasa berantaikan tumpukan harapan untuk menjadi seseorang yang mungkin bisa dianggap spesial dalam hidupmu. Rasa yang tak seharusnya kutujukan untuk orang diatas rata-rata sepertimu bagi seorang binatang jalang jalang seperti diriku ini." lalu ia mengalihkan pembicaraan "apo dio? Oy sebenarnyo Salam tu galak nian dengan Laini ye? ". Karena ketakutanku menyakiti perasaannya jika kuulang lagi kalimat bodoh itu kuputuskan untuk melayani obrolan kosong yang menambah kencang degup jantungku itu.
           Sampai akhirnya ia berujar " Sudah dulu ye aku nak makan" Karena tak mampu menahan lagi degup jantung yang semakin membabi buta kuputuskan untuk mengulangi kalimat bodoh itu lagi " Ohhh...iye. Cuma cak mani dengan perasaan tak berharga yang terpaku dihatiku ike?...wkwkwk" ( cak mani dengan perasaan tak berharga yang terpaku dihatiku ike artinya Bagaimana dengan perasaan tak berharga yang terpaku dihatiku ini). Lalu ia menjawab " Kito kan cuma teman bae. Sudah ye aku nak makan." Tuttt....Tuttt....Tuttt . hatiku seakan terbang meninggalkan jantung empedu dan paru-paruku. Hidupku gelap untuk sesaat sampai akhirnya tersirat kalimat yang membuatku bangkit dari keterpurukanku " Katakanlah atau kau akan sakit selamanya". Setidaknya aku tak akan sakit selamanya...wkwkwk
          Kini semuanya berubah drastis. Hidupku tak lagi kuisi dengan lamunan untuk menjadi yang spesial bagi "Yang hampir sempurnaku". Dan akupun kini berprinsip " jangan menanam mawar kalau kau tak mau tertusuk duri. Lebih baik kau menanam ubi...wkwkwk"




To Be continue....